“Senior : orang pertama yang akan masuk neraka.” Begitu celetuk dari seorang kawan beberapa tempo
lalu. Entah dengan maksud apa kawanku itu mengeluarkan kalimat itu. Barangkali
ia sudah melakukan meditasi ataupun pembacaan rill kondisi sekelilingnya. Mari
sedikit kita renungkan sejenak maksud dari ungkapan tersebut. Dari ungkapan
sederhana dapat ditarik suatu perpektif yang tidak asing lagi namun sering
dilupakan. Perspektif tentang proses penciptaan makhluk. Bagi penulis ada
korelasi yang cukup jelas. Ada suatu ketersambungan sanad, baik secara nasab
maupun dari corak berpikir. Namun, disini kita tak akan membahas ketersambungan
sanad nasab. Karena itu mustahil. Kita akan masuk dari ketersambungan sanad
corak berpikir. Tentunya, walaupun itu celetukan biasa disela-sela canda tawa,
ia tersirat makna yang jarang sekali kita sadari.
***
Dalam proses penciptaan makhluk,
manusia merupakan makhluk yang paling junior setelah malaikat, jin dan iblis
yang mendiami syurga. Waktu itu, rencana penciptaan manusia menuai pro-kontra
yang luar biasa. Malaikat yang dimitoskan sebagai makhluk yang paling taat
kepada Allah mengajukan protes. Bagi malaikat, Allah tidak memikirkan
matang-matang akan rencana tersebut, karena malaikat mengganggap manusia hanya
akan bertumpah darah saja bila diciptakan. Namun argumen tersebut dipatahkan
begitu saja, sebab malaikat dianggap terlalu paranoid, Allah lebih tahu maksud
menciptakan manusia.
Tidak berhenti disini,
penolakan serta protes juga datang dari penghuni syurga yang lain. Kali ini
protes diajukan oleh Iblis, penghuni syurga yang paling senior. Iblis menolak
tunduk kepada manusia, kala Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada
manusia. Alasan Iblis menolak, karena ia menganggap dirinya paling mulia.
Jelas, iblis diciptakan dari api sedangkan manusia tercipta dari tanah. Yang
secara kekuatan api terlihat lebih sangar
dibanding tanah. Melihat protes Iblis yang sudah “keterlaluan” Allah mengambil
keputusan tegas. Jika Iblis tidak mau melaksanakan perintah Allah, maka Allah
akan mengusirnya dari syurga dan menjebloskannya ke neraka.
Mendengar keputusan itu,
Iblis bukan berarti sadar ataupun mau melaksanakan perintah Allah. Iblis malah
semakin menantang, demi gengsinya untuk sujud dihadapan manusia, ia langsung
mengajukan banding yang berisi sumpah Iblis kepada Allah yang kemudian
dikabulkan. Ia bersumpahsserta akan berkomitmen sekuat tenaga mencari teman
yang mau ikut ke neraka sepanjang hidup hingga hari kiamat.
Setelah keputusan itu,
Iblis tak dapat lagi berdiam diri ataupun sekedar nongkrong di syurga. Ia
kehilangan kenyamanannya lantaran tak mau bersujud kepda manusia. Hingga pada
suatu ketika, Iblis mencoba menyamar menjadi ular dan kemudian membisikkan
sesuatu kepada manusia. Walhasil, bisikan tersebut menghasilkan manusia juga
terusir dari syurga. Manusia harus rela dilemparkan ke bumi. Tempat tujuan
manusia diciptakan.
***
Kisah diatas memberikan
ibroh kepada kita semua. Iblis congkak, tak mampu mengambil hikmah dari
penciptaan. Kemuliaan tanah dibanding api, tanah mampu menumbuhkan segala hal
tanaman hidup, tempat pijak segala makhluk hidup. Sedangkan api merupakan
pelahap, ambisius, berkobar dengan amarah dan sering kali tidak logis terhadap
apa yang sedang diperjuangkan.
Selain itu, Allah mau
menunjukan kepada manusia serta kepada malaikat, apa yang dikatakanNya tidak
pernah ia ingkari. Manusia diciptakan dibumi untuk menjadi khalifah dibumi,
maka dengan terlemparnya manusia dari syurga merupakan dari sekian rumit dari
rencanaNya.
Persoalan pelik tak jua
memberikan arti tanpa ada perenungan dengan segala peristiwa yang terjadi. Ia
tak pernah berjalan sendiri sebagai sebuah dialektika sejarah yang Allah
rencanakan. Iblis merupakan senior yang tak dapat memberikan teladan bagi para
juniornya. Ia pongah serta merasa gagah, padahal ia salah.
Gejala seperti ini tak
luput pula dalam keseharian kita. Dalam budaya masyarakat maupun organisasi.
Senior merupakan orang yang lebih dulu, lebih tua, dan bukan lebih pintar. Tak
jarang, proses yang dijalani, belum selesai, sudah berlagak tahu padahal tidak
sama sekali. Sifat angkuh tersebut warisan terbesar dari pendahulunya.
Berlagak senior ini tak
hanya merasuk pada mereka yang sudah post (lebih tua, lebih duluan). Ia merasuk
pada junior-junior yang bertindak seperti senior. Ia sebagai entitas manusia
yang hilang dari kemanusiaannya. Betapa banyak manusia yang secara sadar menggadaikan
kemanusiaanya.
Senior bukan fail(Subjek). Ia mashdar(sifat)yang menggrogoti fail.
Ia merupakan hantu. Hantu yang akan membayangi kehidupan pada juniornya. Oleh
karenanya, seperti judul tulisan ini senior merupakan orang pertama yang akan
masuk neraka. []
#Soehairi_Ahmad
