![]() |
| Doc: Soe / Rhetor |
Yogyakarta, - Aksi gerakan mahasiswa tolak kenaikan BBM terus berlangsung
hingga hari ini (19/11). Aksi tersebut berlangsung sangat alot, Aparat memukul
mundur massa aksi dengan melepaskan tembakan gas air mata. “Lari, lari buka
gerbang,” teriak massa aksi sambil membuka gerbang depan fakultas Ushuluddin
yang kebetulan terbuka.
Setelah massa aksi kocar kacir, massa kembali di
kondisikan ke jalan depan gerbang UIN. “kepada seluruh pimpinan organisasi,
Massa aksi kembali di kondisian di depan gerbang,” ucap aldi pimpinan gerekan
mahasiswa Pembebasan ini.
Orasi-orasi serta nyanyian lagu perjuangan terus
didendangkan. Perlahan massa kembali menuju pertigaan yang sering disebut
pertigaan revolusi itu.
Aldi mengatakan aksi ini murni dari hari nurani
mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi rakyat. “ingat kawan, kita mahasiswa
terdidik bukan massa bayaran, yang benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat, jadi
jangan sampai bertindak anarkis, ” tegas pria bertopi ini.
Sementara lutfi pimpinan HMI, melakukan negoisasi dengan
pihak aparat. Aparat dinilai tidak becus mengkordinir personilnya. “bapak tidak
becus mengurus personil, tiba-tiba kami diserang dan ditembaki gas air mata,” ucap pria bertubuh kecil ini.
Namun, ditengah negoisasi, tiba-tiba aparat melepaskan
tembakan gas air mata untuk kedua kalinya. Bahkan lutfi, menjadi bulan-bulanan
polisi hingga kepalanya bocor. “Ampun mas, ampun,” teriak lutfi saat dipeteng
aparat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi akan terus
berlanjut apalagi dengan adanya insiden pemukulan terseebut. Massa aksi ditarik
kembali kedalam kampus untuk pembacaan ulang. Mengingat massa mahasiswa kalah
jauh dari pihak kepolisian. “diharapkan kepada seluruh ketua masing-masing
organisasi untuk menarik kembali massa aksinya ke dalam kampus untuk pembacaan
ulang,” ucap lucky kordinator aksi saat membubarkan massa aksi. (Soe.)

