| Doc : Soe./Rhetor |
Yogyakarta, - Aksi besar-besaran mahasiswa menolak
kenaikan harga Bahan Bakar Minyak kembali bergelora di pertigaan jl. Laksda
adisucipto, Sleman, Yogyakarta, Selasa (18/14). Ribuan massa yang tergabung
dalam alliansi mahasiswa yogyakarta tersebut tetap pada komitmenya dalam
menolak kenaikan BBM oleh presiden Joko Widodo. Sebelumnya, senin malam (17/14)
mereka juga melakukan aksi serupa di lokasi tersebut.
Dimulai sejak
jam 12.00 Wib, massa aksi mulai memadati seluruh ruas jalan pertigaan Adi
Sucipto hingga sekitar kampus UIN SUKA Yogyakarta. Sempat terjadi kericuhan
antara aparat polisi sama massa aksi. Bahkan, menurut pantauan data yang
diperoleh Kilatnews.com, tercatat ada puluhan mahasiswa yang kesakitan dengan
mata membengkak sebab semprotan gas air mata aparat.
“ini mas,
mata saya membengkak, rasanya pedih banget, tadi kena tembakan gas air mata,’’
ujar Nur Asfiyah, salah satu korban tembakan gas beracun aparat.
Seperti
diketahui, kebijakan menaikkan harga BBM oleh presiden Jokowi dianggap
merugikan rakyat. Kenaikan tersebut dapat berdampak pada naiknya bahan sembako
dan kebutuhan hidup rakyat kecil.
”jelas ini
mencekik rakyat kecil, kebutuhan hidup akan semakin mahal,” kata Farid,
mahasiswa yang mengaku dari elemen gerakan mahasiswa.
Lebih dari
itu, kata Farid, alasan Jokowi menaikkan harga BBM dengan dalih pengalihan
subsidi ke sektor strategis seperti pendidikan dan infrastruktur dinilai tak rasional,
sebab menurutnya, APBN sudah menjamin itu semua.
“dipembukaan
UUD 45 sudah jelas tertulis, kalau kekayaan negara, baik yang di darat, laut
dan udara dikuasai negara dan diperuntukan buat kemakmuran rakyat. Bukan malah
sebaliknya, malah memelaratkan,’’ tegasnya.
Karenanya,
kata Zainuddin, kebiijakan itu harus ditolak. "BBM tidak boleh naik,
bahkan harus diturunkan harganya,” kata mahasiswa yang menjabat ketua cabang di
salah satu gerakan ektra itu.
Menurut
infomasi yang dihmpun Kilatnews.com, aksi massa tersebut akan terus dilanjutkan
sampai kebijakan kenaikan harga BBM dicabut. Bahkan mereka mengancam akan
membawa massa yang lebih besar.[Hedar]
*berita ini juga dimuat di Kilatnews.com
