![]() |
| Ricuh : Suasana Kericuhan Pada Kampanye Dialogis, Senin (30/11) |
“Atas peristiwa kemarin kita ambil sikap, yang jelas melalui jalur hukum. Itu eksekusi yang diambil oleh pihak aliansi PDM (Partai Demokrasi Mahasiswa),” kata As’ad, ketika ditemui Rhetor_Online di kantornya, Rabu malam (2/12).
Menanggapi berita tersebut, Solkhan, Ketua Dewan Syuro Wilayah Fakultas Dakwah dan Komunikasi PRM secara pribadi siap menerima konsekuensi apapun. “Kita biasa-biasa aja. Siap menerima apapun konsekuensinya,” katanya.
Sedangkan, gosip yang merebak mengenai dilaporkannya Ruhaini sebagai salah satu tersangka atas kasus tersebut dinilai tidak benar. Pihak PDM justru mengandalkan Ruhaini, selaku WR III, sebagai saksi pada lanjutan kasus nantinya, bukan sebagai tersangka. Mengingat ketika itu Ruhaini juga turut hadir sebagai panelis dan tentu saja menyaksikan tragedi tersebut secara langsung.
Mengenai siapa saja tersangkanya secara pasti, pihak PDM selaku pelapor belum mau mempublikasikannya.
Sebelumnya, pada Senin (30/11) lalu, kampanye dialogis capres dan cawapres UIN Suka yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas (PPUM-U) di gedung MP diwarnai kericuhan. Kedua kubu pendukung terlibat bentrok fisik yang dipicu oleh pertanyaan As’ad yang dinilai rasis.
Hingga berita ini ditulis, seluruh prosesi Pemilwa UIN Suka tetap dilaksanakan sesuai jadwal.[Fahri]

