Selamat datang di LPM RHETOR FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Lesbian Kian Membudaya di Indonesia

Rabu, 10 Juni 20150 komentar

Saat itu malam sudah larut. Sangat larut tepatnya. Kebetulan saya belum makan seusai menghadiri suatu acara . Hingga pada malam itu saya bersama teman-teman saya singgah di suatu tempat makan. Tempat makan tersebut buka sampai pagi, jadi wajar saja walau sudah larut malam tempat makan tersebut masih dipenuhi pengunjung. Tapi bukan design tempat yang membuat ku terpaku lama mengamati sekitar, namun sekeliling meja dipenuhi oleh  para Lesbian. Tidak hanya sepasang yang namun beberapa pasangan lesbian. Sejenak berpikir “ lesbi bukan hal yang luar biasa lagi  sekarang” .
Saat ini Lesbian merupakan suatu Fenomena sosial yang tidak mampu lagi untuk disangkal. Ini  bukan hal tabu lagi untuk diperbicangkan. Lesbian adalah istilah perempuaan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional dan spirit. Disadari atau tidak keberadaannya sudah menjadi sebuah realita yang banyak menimbulkan berbagai pandangan. Entah itu yang menjudgenya habis- habisan atau sudah dapat menerima kehadiran mereka. Namun lagi lagi saya berpikir Lesbian memang sudah menjadi hal yang biasa. Terbukti sudah sering di temukannya pasangan Lebian berjalan atau nongkrong tanpa malu-malu, meski sebagian lain masih menganggap Lesbian sebagai suatu penyimpangan. Menyalahi kodrat Tuhan katanya.  
Sebenarnya Kondisi mereka yang menjadi kaum marginal di sekitarnya bisa saja menjadi penyebab bagaimana mereka masih sulit berkomunikasi dengan orang biasa. Karena streotif negatif yang melekat pada mereka. Kaum homoseksual dianggap sebagai sebuah kelompok atau pilihan hidup yang abnormal . Padahal, sebagai bagian dari masyarakat , kaum homoseksual juga butuh berinteraksi sebagaimana orang-orang yang heteroseksual. Atau bahkan hal ini juga menjadi penyebab Lesbian tetap berjalan mengikuti lingkungan nya yang membentuk lesbi karena di luar itu mereka jarang berkomunikasi dengan msyarakat biasa.
Jika disandingkan dengan Agama tentukah kondisi ini sangat dimurkai oleh Tuhan. Dimana dalam islam sendiri sudah tergambarkan bagaimana murka nya Tuhan terhadap kaum Luth. Tuhan menghujani mereka denga hujan batu. Namun jika di teliti kembali pembentukan Lesbian sendiri terdapat beberapa Faktor yakni faktor keluarga, lingkungan teman, dan faktor bilologis. Faktor eksternal yakni yang terjadi ketika keluraga atau lingkungan teman membentuknya. Hal tersebut bisa terjadi akibat kasih sayang keluraga yang kurang atau traumatik terhadap sosok ayah dalam hidupnya. Faktor lingkungan sendiri terjadi karena pengruh teman bermain, selain itu faktor kenyamanan berkomunikasi pun menjadi penyebabnya. Berbeda dengan dua hal faktor tadi. Lesbian pun terbentuk karena faktor internal. Menjadi Lesbian bukan lah keinginan  namun faktor biologis lah yang mengantarkan menjadi Lesbian.  Dalam hal ini apakah bisa kita menyalahkan sepenuhnya ? karena jujur saja teman saya sendiri menjadi Lesbi tanpa tahu sebabnya. Perasaan menyukai sesama jenis ada begitu saja.

Terlepas dari itu, menjudge habis-habisan mereka bukan lah hal yang tepat walau agama pun tidak membenarkan. Dalam hal ini adalah bagaimana kita memandang mereka. Tidak sepatutnya kita memandang sebelah mata tanpa tahu latar belakang penyebabnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membawa mereka kembali pada kodratnya. [Theo]
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar
 
Powered by : LPM RHETOR FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | | | |
Copyright © 2016. RHETOR_ONLINE - All Rights Reserved
Thanks For Creating Website otak-atik by Soe.
Support by Blogger