Saat itu malam sudah larut. Sangat larut tepatnya. Kebetulan saya
belum makan seusai menghadiri suatu acara . Hingga pada malam itu saya bersama
teman-teman saya singgah di suatu tempat makan. Tempat makan tersebut buka
sampai pagi, jadi wajar saja walau sudah larut malam tempat makan tersebut
masih dipenuhi pengunjung. Tapi bukan design tempat yang membuat ku terpaku
lama mengamati sekitar, namun sekeliling meja dipenuhi oleh para Lesbian. Tidak hanya sepasang yang namun
beberapa pasangan lesbian. Sejenak berpikir “ lesbi bukan hal yang luar biasa
lagi sekarang” .
Saat ini Lesbian merupakan suatu Fenomena sosial yang tidak mampu
lagi untuk disangkal. Ini bukan hal tabu
lagi untuk diperbicangkan. Lesbian adalah istilah perempuaan yang mengarahkan
orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang
mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional dan spirit. Disadari
atau tidak keberadaannya sudah menjadi sebuah realita yang banyak menimbulkan
berbagai pandangan. Entah itu yang menjudgenya habis- habisan atau sudah
dapat menerima kehadiran mereka. Namun lagi lagi saya berpikir Lesbian memang
sudah menjadi hal yang biasa. Terbukti sudah sering di temukannya pasangan
Lebian berjalan atau nongkrong tanpa malu-malu, meski sebagian lain masih
menganggap Lesbian sebagai suatu penyimpangan. Menyalahi kodrat Tuhan katanya.
Sebenarnya Kondisi mereka yang menjadi kaum marginal di sekitarnya
bisa saja menjadi penyebab bagaimana mereka masih sulit berkomunikasi dengan
orang biasa. Karena streotif negatif yang melekat pada mereka. Kaum homoseksual
dianggap sebagai sebuah kelompok atau pilihan hidup yang abnormal . Padahal,
sebagai bagian dari masyarakat , kaum homoseksual juga butuh berinteraksi
sebagaimana orang-orang yang heteroseksual. Atau bahkan hal ini juga menjadi
penyebab Lesbian tetap berjalan mengikuti lingkungan nya yang membentuk lesbi
karena di luar itu mereka jarang berkomunikasi dengan msyarakat biasa.
Jika disandingkan dengan Agama tentukah kondisi ini sangat dimurkai
oleh Tuhan. Dimana dalam islam sendiri sudah tergambarkan bagaimana murka nya
Tuhan terhadap kaum Luth. Tuhan menghujani mereka denga hujan batu. Namun jika
di teliti kembali pembentukan Lesbian sendiri terdapat beberapa Faktor yakni faktor
keluarga, lingkungan teman, dan faktor bilologis. Faktor eksternal yakni yang
terjadi ketika keluraga atau lingkungan teman membentuknya. Hal tersebut bisa
terjadi akibat kasih sayang keluraga yang kurang atau traumatik terhadap sosok
ayah dalam hidupnya. Faktor lingkungan sendiri terjadi karena pengruh teman
bermain, selain itu faktor kenyamanan berkomunikasi pun menjadi penyebabnya.
Berbeda dengan dua hal faktor tadi. Lesbian pun terbentuk karena faktor
internal. Menjadi Lesbian bukan lah keinginan
namun faktor biologis lah yang mengantarkan menjadi Lesbian. Dalam hal ini apakah bisa kita menyalahkan
sepenuhnya ? karena jujur saja teman saya sendiri menjadi Lesbi tanpa tahu
sebabnya. Perasaan menyukai sesama jenis ada begitu saja.
Terlepas dari itu, menjudge habis-habisan mereka bukan lah hal yang
tepat walau agama pun tidak membenarkan. Dalam hal ini adalah bagaimana kita
memandang mereka. Tidak sepatutnya kita memandang sebelah mata tanpa tahu latar
belakang penyebabnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membawa mereka
kembali pada kodratnya. [Theo]
