![]() |
| Aksi Tolak UKT : Banner Tuntutan Massa Aksi Digelar di Dalam Kantor PAU UIN Sunan Kalijaga (doc. Adam) |
(Rhetor_Online-UIN) - Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga (AMUK) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) menggelar demonstrasi di UIN
Sunan Kalijaga, Kamis,
(12/10). Aksi yang berlangsung di Rektorat ini, merupakan aksi lanjutan dari
aksi-aksi sebelumnya yang tak kunjung di tindak lanjuti oleh pihak kampus dan
aksi solidaritas bagi kawan mereka yang dilaporkan oleh rektorat ke kepolisian
pasca aksi pekan lalu.
Orasi-orasi
disampaikan oleh para pimpinan organisasi yang tergabung Front tersebut, sedangkan massa aksi yang
lainnya membawa spanduk-sapanduk bertuliskan tuntutan yang dirasa memberatkan
mereka. Feri, salah satu pimpinan organisasi yang tergabung menyatakan, aksi
ini dilakukan sebagai bentuk kecaman dan kritik terhadap sistem pendidikan di
Indonesia yang di kooptasi dan di politisir orang-orang tertentu.
“Sampai
kapan mereka akan sadar bahwa pendidikan adalah hak semua bangsa,” sesal Feri.
Ia juga
mengajak mahasiswa untuk terus mengawal sistem pendidikan dan melawan
liberalisasi. “Kita harus tetap melawan liberalisasi pendidikan dan merebut
kedaulatan pendidikan di negeri kita,”
tandasnya.
Sebelumnya,
pekan lalu, tepatnya pada tanggal 1 oktober 2015, aksi perihal tuntutan
me-Revisi UKT (Uang Kuliah Tunggal) digelar ratusan mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga, walaupun aksi tersebut sempat ditanggapi oleh pihak rektorat dengan
dialog dan audiensi, dalam durasi beberapa pekan pasca itu tetap saja tidak ada
tindak lanjut, malah aksi tersebut berbuntut dilaporkannya salah satu
mahasiswa, Kordum aksi, yaitu Hilful Fudhul ke kepolisian.
kali
ini, aksi sempat diwarnai kericuhan, massa aksi semakin agresif karena tak ada
satupun pihak rektorat yang menyambangi mereka, walaupan ruangan-ruangan
pimpinan rektorat telah mereka sisir.
“Ini hari kerja, jam kerja, kok
pejabat-pejabat kampus ini pada gak ada,” teriak Multazam, korlap aksi.
Menanggapi
hal tersebut, salah satu staf WR (Wakil
Rektor) III, Karman menyatakan bahwa pihak rektorat tak ada yg di sini, ada
yang sedang ke Jakarta, ada juga yang sedang di Fakultas.
“Pimpinan-pimpinan
rektorat sedang ke Jakarta mas, entahlah sedang tugas apa, itukan tugas Negara,
ada juga yang sedang di Fakultas, mungkin lagi ngajar,” ujarnya ketika di
mintai keterangan di depan kantor sidang senat di Rektorat.
Hilful,
Kordum Aksi menyesalkan prihal tersebut, padahal ia dan massa aksi diminta
untuk menunggu 20 menit, namun tetap saja, pihak atau pun delegasi rektorat
tidak muncul. Aksi yang digelar sampai
sore hari tersebut, walaupun pimpinan-pimpinan rektorat tak ada yang menemui
mereka, aksi tak cukup sampai hari ini, ia dan massa aksi tetap komitmen terus
mengawal kebijakan birokrasi.
“Kalaupun
pimpinan-pimpinan rektorat tak kita temui hari ini, aksi akan terus di gelar,”
tegasnya.
Dalam
press realesenya bertemakan “Tolak Komersialisasi Pendidikan,” aksi ratusan
mahasiswa tersebut menuntut birokrasi kampus diantaranya :
1.
Lanjutkan
Revisi UKT (Uang Kuliah Tunggal)
2.
Hentikan
Kriminalisasi terhadap mahasiswa (Cabut pelaporan pihak UIN ke Polisi)
3.
Realisasikan
Tim Revisi UKT. [Adam]

