(Rhetor_Online-UIN). Pers Indonesia memilih turun ke jalan guna mengkritisi sikap aparat polisi dan birokasi kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis lalu (22/10). Bertempat di tugu Jogja, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan karena di Negara Demokrasi pembatasan kebebasan pers oleh aparat dan beberapa oknum jelas terlihat.
“Kita telah dikotori oleh birokasi dan oknum yang mengekang kebebasan
pers, kebebasan berekspresi,” ujar Solihin salah seorang massa
aksi.
Sebelumnya, pihak kampus dan polisi dengan sepihak membredel majalah
Lentera. Diterbitkan pada bulan Oktober, majalah Lentera memuat lika-liku
narasumber dari G 30 S PKI yang diberi judul “Salatiga Kota Merah”. Tidak
sampai sepekan penjualan, majalah ini sudah disita oleh pihak polisi.
Adapun tuntutan yang di kemukakan yaitu: pengecamaman tindakan birokasi
kampus, penarikan majalah yang disita oleh pihak kepolisian dan birokasi
kampus, meminta jaminan kepada birokasi kampus untuk tidak melakukan upaya -
upaya kriminalisasi terhadap teman - teman pers mahasiswa Lentera, dan
kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, dan kebebasan pers untuk kawan -
kawan pers mahasiswa. [Alvin]
