(Rhetor_Online-UIN). Amuk
kembali melakukan reaksi menuju gedung rektorat pukul 16.00 diikuti 80 mahasiswa Juma’at (16/10)
lalu. Sesampai di pelataran , massa langsung melakukan orasi
berisikan komersialisasi pendidikan. Setelah beberapa lama sebagian mahasiswa di
ajak audiensi ke ruangan dialog oleh pihak rektorat untuk berdiskusi membahas data
keputusan UKT 2015.
Dalam dialog, Multazam
mengatakan bahwa terjadi perbedaan UKT tahun 2015 dengan tahun sebelumnya.
"sekarang jarak persentase tingkatan golongan UKT Semakin tinggi,
maka perlu ada tim revisi UKT," ungkap Multazam Wakil Rektor III.
Sementara, Ruhaini menyebutkan
pihak rektorat sekedar menjadi pelaksana. "Pihak rektorat UIN hanya
menjadi pelaksana, yang mana penurunan UKT yang sudah ditanda tangani
Rektor," tanggap Ruhyati.
Semakin malamnya waktu, Machasin
Rektor sementara mengukapkan agar pihak
rektorat diberi waktu untuk menyiapkan data terlebih dahulu sampai senin. Namun
mahasiswa tetap tidak mau. "Mengambil file gampang tidak sampai satu jam
bisa," cletup salah satu mahasiswa.
Mahasiswa yang berada di luar terus
mendesak dan maju ke dalam, akhirnya pihak rektorat membacakan surat keputusan
tersebut. Namun pihak rektorat meminta untuk data-data Biaya Kuliah
Tunggal (BKT) diberikan besok Sabtu di PTIPD. [Alvian]
