| Doc : Rhetor/ Fahri: Pintu keluar TPS tertutup rapat |
(Rhetor_Online-UIN) Alimatul
Qitbiyah, wakil dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), memberikan
komentar atas pelaksanaan pemungutan suara di wilayah FDK pada hari Kamis
(3/12). Alim mempertanyakan regulasi Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM),
terutama PPUM FDK, yang menutup dan melarang seluruh elemen kampus, baik di
tingkat mahasiswa biasa bahkan hingga Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), untuk
menyaksikan prosesi pemungutan suara secara langsung di Tempat Pemungutan Suara
(TPS).
“Atik (Ketua PPUM-FDK) sih bilangnya demi keamanan, tapi kan semua
elemen kampus harus tahu jalannya proses. Apalagi ini panwaslu gak boleh masuk
juga. Saya sih apresiasi dengan kinerja PPUM-F yang sejak malam sudah mulai
bekerja. Tapi jangan sampai kinerja yang baik itu ternodai dengan segelintir
regulasi yang menurut saya kontroversial itu,” tutur Alim saat ditemui Rhetor_Online sepulangnya dari
penghitungan suara.
Sementara Atik berpendapat lain. “Untuk Panwaslu, kami tidak menemukan
satupun dari mereka, padahal tempat sudah kami sediakan. Di fakultas lain sih
dihadiri sama panwaslu, tapi di Dakwah tidak,” katanya.
Sedangkan untuk TPS yang sifatnya proporsional tertutup PPUM-F
memiliki alasan yang regulatif. Atik mengatakan bahwa aturan itu adalah aturan
pusat, dalam hal ini PPUM-Universitas. “Itu aturan dari pusat, alasannya adalah
demi keamanan selama proses pemungutan suara. Kami hanya antisipasi khawatir
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya lagi.
Selain proses pemungutan suara, Alim juga menyayangkan tragedi
pemukulan saat kampanye dialogis Senin (30/11) lalu. Menurutnya, gesekan
dialogis hendaknya dilawan dengan gesekan dialogis lagi, bukan dengan gesekan
berbentuk fisik.
Terlepas dari semua kritikan itu, Alim mengapresiasi suasana pesta
demokrasi yang sedang berlangsung ini. Menurutnya, segala bentuk dinamika dan
gesekan-gesekan yang terjadi selama prosesi Pemilwa ini adalah suatu bentuk
keberhasilan. Hal itu terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam proses pesta demokrasi
yang diselenggarakan dua tahun sekali ini.
Alim berharap, apapun yang terjadi saat ini dapat menjadi bahan
evaluasi untuk masa-masa selanjutnya.[Fahri]
