![]() |
| (Doc : Pelantikan LKM FDK/ Tiara) |
Yogyakarta- Siang itu
langit boleh saja mendung, namun atas nama demokrasi yang tertuang dalam
pelantikan tak boleh berujung. Pelantikan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM)
Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga yang dirangkai dengan
diskusi publik yang bertema “Dakwah Transformatif dalam Bingkai Pancasila dan
NKRI : Upaya Membendung Maraknya
Radikaslime dan Sparatisme,” berlangsung di teatrikal perpustakaan UIN Sunan
Kalijaga, Jum’at (26/02). Kegiatan ini diikuti oleh segenap civitas akademika
FDK dan umum.
Pada pelantikan tersebut, ketua SEMA-F Muhammad Rahmat Zein
memberikan sambutannya terkait peran mahasiswa yang harus kembali pada
masyarakat.
“Mahasiswa pada akhirnya akan kembali pada masyarakat, dan
terkhusus untuk mahasiswa dakwah ia adalah orang yang akan memberi pencerahan
pada masyarakat,” ucap Muhammad Rahmat Zein yang kerap disapa Ucok.
Senada dengan yang disampaikan Ucok, Fariz Amrullah, ketua DEMA-F
juga menyampaikan pesan yang terkandung dalam tema besar diskusi publik ini. Ia
mengatakan melalui dakwah transformatif, kegiatan dan aktifitas yang dijalankan
dalam program kerja LKM secara tidak langsung diharapkan mampu membentuk
kerangka berpikir mahasiswa.
“Kerangka berpikir mahasiswa yang diharapkan adalah kerangka
berpikir yang ke-Indonesiaan dan kebangsaan, ke-Islaman yang rahmatan
lil’alamin dan kemodern-an sebagai bentuk kemajuan dalam keilmuan,”
tuturnya.
Dalam pelantikan LKM yang dirangkai dengan diskusi publik ini, Umaruddin
Masdar, sebagai narasumber mengatakan dakwah merupakan suatu perintah, dan
perintah itu ibadah.
“Ibadah sifatnya akan memberi pahala. Maka di dalam berdakwah,
tidak perlu memikirkan hasil, yang terpenting adalah niat beribadah,” ujarnya.
Selaras dengan Umaruddin Masdar, Dr.Zuly Qodir juga mengatakan
dakwah itu merubah orang.
“Dan dalam konteks dakwah transformatif, dakwah itu merubah
komunitas, kelompok dan orang dalam era yang penuh perubahan,” pungkas ia yang
merupakan pendiri Forum Beriman DIY.[Tiara]

